Tak Kunjung Merdeka


17 Agustus 2008 ; sudah 63 tahun Indonesia merdeka. Tapi aku merasa tak kunjung merdeka.

Bagaimana dibilang merdeka. Saban hari rumahku dilanda gelap, karena PLN sesuka hati memadamkan listrik.

Apanya yang merdeka, wong semuanya serba mahal. Harga BBM selangit, rokok pun mahal. Katanya, ngurus KTP gratis, faktanya harus bayar juga. Boleh aja tak bayar, tapi siapnya ntah kapan.

Di instansi mana pun di negeri subur makmur ini, kalau mau urusan cepat selesai, mesti bayar dulu.

Katanya sudah 63 tahun merdeka, tapi saat aku pulang kampung, jalan yang dilalui penuh dengan lubang. Lama ditinggal, kondisi kampungku masih sama seperti doeloe. Rumah-rumah penduduk tetap kumuh.

Yang berbeda, anak-anak yang dulu kutinggalkan masih ingusan, kini sudah beranjak remaja dan mulai pandai bergaya bak Bunga Citra Lestari atau Raffi Ahmad.

Ketika negeriku sudah 63 tahun merdeka, aku belum juga merasa merdeka. Aku belum bebas dari rasa takut. Takut kalau lebaran tiba, anak-istriku tak bisa kubelikan baju baru. Takut kalau anakku di sekolah tak bisa beli buku, yang harganya kelewat mahal.

Aku merasa belum merdeka, karena setiap saat mesti bekerja keras agar bebas dari kemiskinan yang terus membelenggu, bebas dari ancaman PHK serta bebas dari intimidasi.

Suatu saat aku mencoba peruntungan di partai politik. Hatiku makin tersayat-sayat, karena di situ banyak ‘ular’, ‘kalajengking’ dan ‘tikus’. Pimpinan parpol selalu menjajah, memaksakan kehendak dan mengangkangi hati nurani.

Mungkin arti dan nikmat kemerdekaan hanya menjadi miliknya para penguasa, kaum borjuis, hipokrit, dan mereka yang beruntung lahir dari keluarga the have.

Sedangkan aku dan banyak orang di negeri ini, tak kunjung merdeka…..! Duhhh

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 16 Agustus 2008, in Budaya, Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. kemerdekaan yang merupakan hak azasi manusia merupakan dambaan setiap insan dan harapan dari seluruh lapisan dalam sosial masyarakat secara murni dan konsekwen di dalam mengaplikasikannya ke seluruh lini kehidupan.
    saya setuju, saya juga belum merdeka.

  2. agree, gue juga blm merasakan nikmat kemerdekaan yang sesungguhnya

  3. kl soal kesejahteraan ukurannya, kt memang blm merdeka

  4. tetapi penguasa negeri ini sudah merdeka. Buktinya mereka suka berteriak di podium, merdeka, merdeka, merdeka, seolah mereka baru dapat lotere.

  5. sayangnya para penguasa yang teriak merdeka itu, tak peduli apakah rakyatnya sudah merdeka atau belum

  6. dulu kita di jajah Belanda….sekarang kita di jajah Cinta Laura …hiksss

  7. o iya..salam kenal yaa..thx udah mau main ke blog kuu..:P tukeran link yuuks😛

  8. thx yessy, tukeran link, ohh dengan senang hati. yuuuk lah

  9. saat posting ini ditulis Indonesia merdeka 63 tahun. sekarang masih dengan keadaan yang sama?
    mengapa?
    ha ha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: