PSMS Sayang, PSMS Malang


Dalam kancah persepakbolaan tanah air, PSMS Medan selalu disegani. Sejak berdiri tahun 1950 hingga kini, PSMS sarat dengan prestasi dan banyak melahirkan pesepakbola handal level nasional, sebutlah Ramli-Ramlan Yatim, Nobon, Supardjo Rustam, Tumsila, Yuswardi, Parlin Siagian, Zulham Effendi, Sunardi, Ricky Yacob, Zulkarnaen Lubis, Ponirin Meka, dll.

Bahkan tahun lalu (2007-2008), PSMS masih tercatat sebagai salah satu tim terbaik, dengan menyabet posisi runner up Liga Utama Indonesia serta empat besar Piala Copa.

Tapi, mendadak sontak, semua berubah 180 derajat. PSMS kini terjun bebas menuju kehancuran. Pada klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009, PSMS berada di posisi paling corot.

Julukan The Killer yang pernah diberikan kepada PSMS Medan di era 60 hingga 80-an, seolah tak berbekas. Taji sebagai Tim Ayam Kinantan pun seolah menghilang dan tiba-tiba dengan mudah keok ditaji lawan yang selama ini selalu kalah ketika berhadapan dengan anak-anak Medan.

Ciri khas permainan PSMS yang kental dengan nuansa fanatisme Medan, menyuguhkan permainan ngotot dan keras, tapi tak kasar, kini tak kelihatan lagi.

Yang lebih menyedihkan, Stadion Teladan sebagai homebase dan stadion kebanggaan pecinta fanatik PSMS tak bisa dijadikan tempat bertanding karena fasilitasnya dinilai tak layak. PSMS ‘diusir’ dari rumahnya sendiri dan bak pengemis, agar dapat memakai stadion lain.

Aneh bin ajaib, Medan sebagai salah satu kota paling glamour dan maju di luar Pulau Jawa, aparat pemerintahan kota alpa merawat salah satu aset terpentingnya di bidang olahraga.

PSMS sayang, PSMS malang. Tim kesayangan warga Medan ini seolah ditakdirkan ikut larut dalam duka berkepanjangan mengikuti nasib sial sang Ketua Umum dan Ketua Harian Abdillah-Ramli, yang sudah hampir setahun ‘disandera’ KPK.

Di tengah hancur leburnya tim kesayangan publik Medan ini, kita tak bisa lagi berharap muluk-muluk. Kalau diibaratkan Liga Primer Inggris, PSMS saat ini sekelas dengan West Brom Albion,  Sunderland, Wigan, atau Stoke City. Lolos dari degradasi saja pun sudah syukur. Kasihan kau, PSMS !

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 12 Agustus 2008, in sport and tagged , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. PSMS Medan hancur karena salah urus. Pengurusnya pun masih perlu diurus. Kacau dah. Horas

  2. saya sbg penggemar fanatik PSMS, kcw berat tak bs menyaksikan PSMS bertanding di Stadion Teladan

    @mikekono : sama…..sy juga sangat kuciwa

  3. AQ YAKIN DAN PERCAYA PSMS PASTI AKAN KEMBALI BERJAYA… HORASSS

    @mikekono : tanda2 kebangkitan sudah mulai terlihat. semoga PSMS kmbli jaya. horass, njuah njuah

  4. PSMS, Siapa yg tak kenal.. walau jatuh… jgn lupa bangun lae.. hajar smua lawan… rap..rap.. Horass..

    @mikekono : saya tetap pecinta sejati PSMS…..libassss

  5. Biar klah kalo berjuang pasti bisa, psms berjuanglah kmi pendukung mu, terus mendukung. Horas PSMS Medan

  6. ayo……………….PSMS Medan, kemenangan di tangan kita

  7. Psms.aku pengen psms balik lagi seperti musim 2007/2008…….bravo pSMS….palembang

  8. maju terus PSMS kuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

  9. aq mau psms seperti dulu lagi,brlaga d liga super,biar juga tahun ini gak main d liga super,aq selaku anak mkedan d jakarta banngga bngat,karena bnyak pemain lokal medan yang kontrak aleh tim lain,maka dari itu psms medan masih punya potensi d ajang liga super,semangat lah psms medan ku maju terus pantang mundur,ribak sude ap yang mengganjal perjalanan mu,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: