Hans Miller Banurea


Hans Miller Banurea, merupakan nama yang tak asing dalam jagad industri pers di tanah air, khususnya media bergenre hiburan (film, musik, dan sinetron).

Bersama Arswendo Atmowiloto, Veven Sp Wardhana, Mayong Suryo Laksono, Aries Tanjung, Marcel Hartawan, dll, Bung Hans pernah sangat ‘terkenal’ ketika mengawaki tabloid Monitor.

Setelah Monitor tutup buku karena peristiwa angket yang kontroversial kala itu, Hans kemudian dipercaya menjadi Pemred tabolid Citra Musik.

Pria yang sering tampil plontos ini, juga pernah sebentar di majalah Rock, asisten produser Cek & Ricek, Kabar-Kabari, KasaKusuk, Ketua Departemen Infotainment PWI Pusat dan sekarang comeback ke habitatnya sebagai Pemred tabloid XO.

Di sela-sela seabrek kesibukannya, dia juga masih menyempatkan diri mengelola website kalak Pakpak serta ikut memoles majalah Batak TATAP. Melalui Pakpakonline, Rea atau HMB, selalu dan terus mendorong generasi muda Pakpak agar terus menulis….dan menulis serta memperkokoh semangat kebersamaan warga Pakpak, tanpa memandang perbedaan agama dan status.

Secara pribadi, saya sama sekali tak mengenal Bung Hans. Itulah sebabnya, saya hanya tahu riwayat hidupnya serba sepintas. Ohhh, hampir lupa, karena sering menulis soal musik pula, wartawan senior kita ini kecantol dengan lady rocker Indonesia era 80-an, Hilda Ridwan Mas ( seangkatan dengan Mel Shandy).

Tetapi, bukan soal statusnya sebagai pemred dan orang berpengaruh di infotainment itu, yang membuatku tertarik mengulas dan menampilkan potret dirinya di sini serta menjadikan sosoknya sebagai salah satu inspirasi dan rujukan dalam bidang tulis-menulis.

Satu hal mendasar yang membuatku bangga kepada Bung Hans mungkin agak berbau nepotis, karena latarbelakangnya sama dengan saya, sama-sama orang Pakpak.

Etnis Pakpak merupakan sub-etnis Batak di Sumatera Utara, yang dalam perkembangannya sangat jauh tertinggal dengan etnis Batak Toba, Karo, Mandailing, Melayu dan lainnya. Tetapi hal itu tidak pernah membuat Hans melupakan identitas dan ‘bonapasogit’nya.

Sebagai catatan, konon banyak orang Pakpak yang sukses di perantauan, tega menyembunyikan marganya dan tidak pede mengakui dirinya sebagai orang Pakpak.

Selain Hans, saya juga pernah mendengar nama Christ Tumangger (Suara Karya), tapi saya tidak terlalu akrab dengan tulisan-tulisannya.

Setelah malang melintang beberapa dekade di tanah Jawa, dalam banyak tulisannya Bung Hans tetap tak pernah lupa mengedepankan idiom-idiom dari tanoh Pakpak. Tak berlebihan jika disebut, dia merupakan budayawan dan pemikir Pakpak sejati.

Tentang hal ini, Remy Soetansyah yang orang Minang itu juga angkat topi. “Hans tak mau disebut orang Batak. Dia selalu bilang Pakpak. Pokoknya, Pakpak, titik ! Dia memang Pakpak sejati,” ujar pria gondrong ini.

Ketika mengulas seni tradisional, Bung Hans dengan sangat fasih bertutur tentang musik tradisional Pakpak, Cikala le Pongpong, yang komposisinya tidak kalah mentereng dibanding dengan musik tradisional Indonesia pada umumnya. Dan harus diakui, cikala le pongpong memang enak didengar dan dinikmati oleh mereka yang faham soal musik.

Bukti sahih komitmen dan kecintaan Bung Hans kepada tanah leluhurnya, juga bisa dilihat dari pencantuman frase atau ungkapan bahasa Pakpak di dalam diri anak-anaknya tercinta yang diberi nama Enmoda & Enmoia.

Bisa eksis bekerja di media bergengsi dan dikenal sebagai pengamat musik serta bergaul akrab dengan komunitas selebriti nasional, tentu bukanlah sebuah prestasi yang bisa dicapai dengan membalik telapak tangan.

Usia Bung Hans sebentar lagi sudah memasuki kepala lima. Tapi, Bung Hans tetap tak pernah abai mengasah daya kreasinya. Tulisan-tulisannya nan kritis dan educated terus mengalir bak mata air…..

Orang seperti Bung Hans, mungkin hanya satu di antara ratusan ribu etnis Pakpak yang berserakan di negeri ini. Karenanya dia patut dijadikan sumber inspirasi dan dinapaktilasi oleh generasi muda Pakpak di manapun berada. Eta ke kaltu….

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 12 Agustus 2008, in Musik & Film and tagged , , , . Bookmark the permalink. 36 Komentar.

  1. Bah, orang Pakpaknya rupanya beliau ya. Soalnya selama ini saya lebih sering mengenalnya sbg Hans Miller saja. Bujur atas infonya

  2. Hans Miller Bnureah

    Wah… Tersanjung sekali saya ditulis oleh penulis berbakat seperti Bung Agus Salim Ujung. Njuah-njuah! Hidup Pakpak! Salut Bung, anda begitu fasih menuturkan perjalanan saya. Hehe. kalau mau dikoreksi, saya ketua Departemen Infotainment PWI Pusat. Usia saya pada November nanti 49 (setahun lagi, genap menjadi pria dewasa, hahaa). Mudah-mudahan tulisan ini membuat saya lebih Pakpak lagi. Lias ate, silih.

  3. Hans Miller Banureah

    Mendahi Pak Rusdi Manik, agak sedih saya kalau anda mengenal saya Hans Miller saja, sebab di manapun kalau saya menulis, atau aa nama saya, pasti pakai Banureah (sesekali saya menjadi tamu di tayangan tv, karena bukan paket saya, mereka lupa memasang marga saya). Tapi coba check di tabloid XO, tayangan KABAR-KABARI (RCTI), KASAKUSUK (SCTV) dan beberapa tayangan lainnya, setiap akhir acara (running title, pasti ada marga saya). Njuah-njuah oe.

  4. Kebetulan belum lama ini, saya melihat Bung di Metro TV ‘Zona 80-an’ (masih ada), tak memakai marga. Insya Allah, saya akan mulai mengikuti terus perkembangan kene sebagai tokoh Pakpak. Njuah njuah juga oe

  5. Bujurrrr atas apresiasi dan koreksinya. Lias ate mamberru

  6. membaca tulisan ini saya baru tahu ada rupanya kalak Pakpak diperhitungkan di dunia pers dan infotainmen, salut untuk bung ujung dan banurea

  7. Njuah-njuah…
    Benar apa yg dikatakan Mamberru Banurea! Sekali Pakpak tetap Pakpak! Pakpak bukan dari Batak. Alangkah sangat berdosa dan durhaka bila kita Generasi Pakpak mau dikatakan keturunan batak. Saya secara pribadi mengucapkan terimakasih atas kesetiaan teman2 menjaga dan memakai identitas Ke-Pakpak-an dimanapun berada!

  8. betul silih Saraan,
    identitas Pakpak tak boleh dihilangkan
    Pakpak hrs disosialisasikan dan diperkenalkan kpd dunia
    sekali Pakpak tetap Pakpak
    Njuah-njuah

  9. Njuah-njuah. Numpang promosi silih Ujung. Siapa tahu teman-teman rindu sama yang namanya Pakpak, kunjungi http://hansmiller.multiply.com di sana banyak cerita-cerita yang saya coba melibatkan Pakpak.

  10. aku sll setia berkunjung ke situ
    bahkan sudah kubikin link ke blog ini
    tapi kalak Pakpak memang (mungkin, maaf ya) silih, masih banyak yang gaptek
    buktinya mencari blog kalak Pakpak saja
    payahnya bukan main

  11. hahaha… keresahan ini adalah keresahan yang menjalar di mana-mana. mari kita bergandengan tangan untuk terus menapak agar pakpak semakin maju, atau setidaknya berusaha untuk maju. tidak apatis, masa bodo atau sebaliknya merasa jago. hehee

  12. setuju silih,
    permisi aku menampilkan his lovely wife ‘red dayaxx’ di cover tulisan ini
    kata turangta Mbak Hilda sih,
    pas bage Bratt Pitt and Angelina Jolie. Hmmm

  13. hahahaaaa… dia memang sangat iseng. brat pitt dari sidikalang dan angelina jolie dari dayax

  14. ha ha ha….tp pasangan serasi kok
    sebagai sesama Pakpak aku ikutan bangga & apresiated
    ada orang Pakpak bs menggaet lady rock
    itu ibarat dream come true
    kirim salam mi turangta Mbak Hilda
    plus si next rock star Enmoda dan Enmoia

  15. ue silih. salam hormatku ma mendahi keluarga.

  16. Stephen Lupin Bako

    Njuah juah silih banta karina
    Silih H.Banurea akupe terkagum-kagum mo membaca karina surat di Mike Kono en rupanya diam2 Suku Pakpak ini sudah banyak yang berkarir di tanah air maupun di Luarnegeri, jadi kalau dari saya semoga Suku Pakpak tetap semakin maju dan berjaya.
    Foto desa Parongil, itulah kampung kami sampai Sopokomil
    Selamat buat silih Banureah
    Kalau buka You tube ketik Bakopakpak dan clik Bako Lupin Stephen saya ada di sana saya hanya coba2 ikutin silih Banureah

  17. bujur silih Bako, semoga Pakpak semakin eksis.
    Mari kita saling mendukung dan membina silaturrahmi.
    njuah-njuah …lias ate (agus salim ujung)

  18. di youtube ada lagu ciptaan saya, sayang lagi-lagi banureahnya tak terpasang. buka saja hans miller di sana. saya cipta lagu dengan ian antono (godbless) judulnya Dunia Cinta dinyanyikan Nicky Astria.

  19. dengan mengetik hans miller banureah di Google,
    youtube Dunia Cinta Nicky Astria sudah bs dinikmati. Sy sdh lama mendengar lagu itu. Smg silih Stephen Lupin Bako srng2 mengakses blog ini.

    *Btw, sdh berapa lagu yg ditulis silih Banureah? Sayang jg bakat menulis lagu itu tdk dilanjutkan….and nggo bakune kemajuan XO ? *

  20. hans miller banureah

    Hehe… masih terus menulis lagu sampai sekarang. Pokoknya tiap muncul keinginan dan ide, garap. XO? Insya Allah akan berkunjung ke Medan, sebagai media partner SCTV dalam acara pemilihan miss celebrity. Nanti formulir pendaftaran adanya di tabloid XO, silih.

  21. ue bujur, thanks atas infonya
    smg XO maju terus, silih.
    Insya Allah sore ini, aku mau beli XO dan Bola.

  22. Stephen Lupin Bako

    Terima kasih silih Banurea lagunya cukup bagus dan sudah saya dengar sampai selesai, apalagi buat kalangan Muda-mudi, saya doakan semoga silih semakin sukses mengarang lagu tapi jangan lupa lagu pakpak harus ada entah itu ber irama Mexico tak apa2lah yang penting bisa populer di tanah air
    dalam kunjungannya ke Medan juga saya harapkan mendapat sukses besar jangan lupa makan Pelleng dulu supay ilhamnya datang.
    lias ate

  23. Stephen Lupin Bako

    Halllo dengan sabeltek A.S.Ujung mele bagen unggo ceda acarana en kasa kene panggil bangku silih??? memang unggo dorok gendari kita marsibuaten Ujung engket Bako? kuso kene lube karina denganta Pakpak weh entah bakune si sollohna.
    Tapi saya cukup bangga membaca hasil2 dari A.S.Ujung semoga semakin sukses karyanya agar suku Pakpak semakin tenar di bumi Indonesia.
    Kalau bisa tolong di masukkan lagu2 Pakpak di You tube agar kita dapat mempelajari lagu Pakpak
    Terima kasih atas segala perhatiannya semoga suku Pakpak makin jaya

    @mikekono : Hueheheheee, Ujung engket Bako memang dengngan sebeltek ngi. Jadi kuakap aku mendilo ke tonga atau papun. Bujur atas saran-sarannya, semoga Pakpak semakin maju dan kompak selalu

  24. hans miller banureah

    Salam kenal Stephen Lupin Bako. Mersilih mo kita asa ndor tih. Hahaaa… Liasate atas perhatian dan sarannya. Saling berdoa saja kita semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah yang mahakuasa. Asa boi kreatif dan produktif terus. Njuah-njuah.

  25. salam kenal Bpk. Agus Salim Ujung,

    saya jadi baru bener-bener ngeh kalo ada loh ternyata suku pakpak,

    kemarin, saya sempet mendengar sedikit beberapa lagu-lagu batak dari salah seorang putra bapak Rea, dan saya nggak hapal benar dengan judul-judulnya,

    kesimpulannya sih lagunya enak-enak banget, walaupun nggak ngerti artinya, mungkin karena beberapa deret melodinya kali ya. dan waktu saya tanya ‘siapa sih yang nyanyi?’, TERNYATA, yang nyanyi itu ya, seorang pakpak sejati ini.
    hihi…

    kalau melihat Bapak Rea yang amat sangat peduli dengan pakpak-nya ini, sampai akhirnya beliau menurunkan rasa bangganya itu pada seluruh putranya,

    yang setiap hari selalu mendengarkan lagu-lagu lantunan ayahnya. sampe-sampe ringtone HP ajah pake lagu-lagu ini loh…

    Dan, sekarang dibelakang nama2 putranya ini tertulis manis marga BANUREA, (walaupun masih bungung pake H, apa nggak sih). dan Pak Agus Salim Ujung, juga harus tahu betapa bangganya mereka dengan sebuah marga di belakang nama mereka itu, yang ternyata punya arti penting sekali yah…

    jujur aja, saya jadi ikutan bangga banget sama mereka yang cinta tanah air.

    mungkin kalau ada hari ayah di Indonesia, putra-putranya ini akan memberikan sebuah hadiah terbesar dan yang paling berharga buat sang ayah, cuma buat menunjukkan rasa bangga kali yah…

    saya pernah baca sebuah buku, yang bilang bahwa ‘tiada pahlawan terbaik di dunia ini selain seorang ayah’.

    so sweet…

    (maap, jadi kepanjangan komentarnya)

    Salam,
    Susan

    @agus salim ujung : saya sudah lebih dahulu mengagumi silih banureah yang satu ini. Beliau memang patut dibanggakan. mendengar info bhw dia mampu mendidik putra putrinya mencintai budaya Pakpak, tentu semakin bertambah saja kekaguman sy kpd beliau.
    dan kl bisa maunya silih hans miller jg sukses membuat putra putrinya paham dan lancar berbahasa Pakpak.
    thanks mbak Susan

  26. apa ya… just lil bit, i love him like dad, like friend like brother…tanpa dia saya ga akan jadi seperti sekarang mungkin dialah yang di sebut ”anugrah terindah yang pernah di miliki, setelah ibu saya…”. pokoknya not dead lah….kata anak sekarang

    [piss]

    ANGGI BANUREA (ga pake H)

    @agus salim Ujung : ya, silih hans miller memang seorang sahabat, suami yang baik serta ayah teladan bagi anak-anaknya…….beliau jg salah seorang tokoh Pakpak yg membanggakan sebab dia selalu tak lupa identitas dirinya kapan dan di manapun berada. Njuah-njuah mas Anggie

  27. wah..
    baru tahu nih ada blog..
    hehehhe
    nyasar kali aku
    rupanya masih banyak saudaraku didunia maya
    hmmm
    njuah-njuah mo banta karina

    @mikekono : ya…..Pakpak sudah mulai maju…
    seperti abangta Hans Miller Banureah yg eksis
    di media ibukota dan jagad infotainment tanah air
    Mari menjalin silaturrahmi, antara lain
    lewat dunia maya
    bujur, njuah njuah banta karina
    etake kaltu😀

  28. bakune ngo kita kalak pakpak en parah naing kidah enggo aq tah piga jam ijolo compiyuter en naing dounload lagu pakpak kateku boi poda…kadang2 mela diri kerna boi idokkn krn trblkg i b su sideban nai….

    @mikekono : kasa oda boi, i tulis ke sambing
    Hans Miller Banuareah i Google, lot ngo i si download lagu
    Pakpak…..bujurrrrr silih

  29. Assalamu alaikum,
    Njuah-njuah..
    Njuah-njuah..
    Njuah-njuah..

    Indonesia punya
    Bung karno : Nasionalis

    Pak Habibie :
    Ilmuan

    Jgn Lupa qta punya 1 lg
    Hans Miller Banurea (beliau pernah bilang mesti trtulis Banureah tp hati nuraninya/ukurna banurea)
    Yg gak kalah dr dua mantan org no 1 di negara qta,.
    Jiwa Seni n cultural observer sama tingkatan menurut pandanganku pribadi..

    Kawan2ku Seniman pakpak jk kamu bs jgn d pndam dlm hati eksplementasikan sprt beliau,
    Ada niat pasti ada jalan.

    Seperti beliau lah sebenarnya semangat empung2 ta si arnia,,
    Tp sebagian enggo terevolusi semangat krn bsr faktor dr luar,

    Jd ulang mo geut kita tercemari membaing rusak jati diri kita kalak pakpak,,
    Tanoh engket bahasa enggo i cemari i lebbuh ta ulang nola mo engket budaya i cemari atau i lupakan weh.
    Tangis empung ta arnia mengidah kita oda lot pergerakan..
    Ulang mela ke pecidah marga engket lebbuh ta..
    Ta bangun mo budaya ta pakpak en..

    Salam Njuah-njuah mi karina kalak Pakpak i tersebar i pertibi en.

    @mikekono : Walaikumsalam……
    njuah-njuah banta karina
    memang silih Hans Miller Banurea
    membanggakan kita sbg kalak Pakpak,
    I mo salah sada motivasi, asa kutulis postingan
    soal silih nta i, asa kalak Pakpak saling mengenal
    Tuhu ngi silih, kita kalak Pakpak
    ulang mela merbahasa Pakpak.
    Budaya Pakpak harus terus digali,
    dan ditumbuhkembangkan….bujur
    Njuah-njuah 🙂

  30. Assalamualaikuuuuummm…
    Salut buat abang2 diatas yg sangat peduli akan kemajuan suku Pakpak…
    semoga semangat anda2 sekalian diikuti oleh saudara2 kita yg lain, sehingga Pakpak bisa lebih dikenal lg oleh masyarakat luas di Indonesia..
    Hidup PAKPAK..!! ^^
    Njuah2 Mo Banta Karina…

    @mikekono : semoga demikian adanya
    njuah2 banta karina 🙂

  31. Hohohohoho….hidup bang hans…..Njuah2 bang.. spirit ROCK mode:ON

    @mikekono : bung hans
    memang membanggakan pakpak🙂

  32. maju terus mamberru hans.. Liasate tulisannya. Kunjungi juga semua tentang Pakpak di http://boeangsaoet.wordpress.com

    @mikekono : lias ate
    bujur silih
    🙂

  33. MANTAB

    @mikekono : bujurrr silih
    salam kenal🙂

  34. saya sangat bangga ternyata ada juga orang pakpak yang aktif di dunia entertainment indonesia. saya pernah melihat nama Pak Hans di Status Selebriti SCTV dan saya sangat senang…Njua-njuah!!!

  35. Turang Hans Miller juga jago bikin puisi lho…..aku sampai nangis baca puisi-puisinya tentang sidikalang, pak-pak dan sekitarnya….gabe mpalum teddoh……terus berkarya dan dan sukses terus untuk turang-turangku da……njuah-njuah….

  36. asa makin majuna mo tuhu kita kalak pakapak marang tading idike sambing pe amiin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: