Mengejar Kursi


Kursi kok dikejar. Di toko furnitur kan banyak...

HOS Tjokroaminoto, H Agus Salim dan Abdul Muis, dengan gaji cukup besar mundur dari Dewan Rakyat (volksraad) di zaman kolonial Belanda, karena merasa lembaga itu tidak benar-benar berfungsi memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ya, itu doeloe. Sekarang orang ramai-ramai mengejar kursi di DPR/D, justru karena iming-iming honor besar. Soal memperjuangkan aspirasi rakyat, itu urusan belakangan. 

Kita hampir tidak pernah mendengar ada anggota  DPR yang mundur dari jabatannya, sekalipun sudah terbukti terlibat suap.

Orang seperti Tjokroaminoto, Agus Salim, dan Abdul Muis  memang beda. Mereka berjuang didasari prinsip mulia untuk kepentingan bangsa. Sedangkan elite politik kita sekarang berjuang tanpa prinsip dan arah yang jelas dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok. 

Para elite politik dan pengejar kursi itu kini menjelma menjadi Machiavellis sejati, serta senantiasa merujuk pada filsafat juang : the end justices the means.

Para pengejar kursi mewujud menjadi beo yang senantiasa mendendangkan koor setuju terhadap policy pimpinan partai atau atasannya, kendati persetujuan itu membawa petaka bagi rakyat.

Mereka yang giat mengejar kursi itu sebelumnya ada yang rajin membaca ‘ayat kursi’, setelah sukses memperoleh kursi di DPR/D ; ayat kursi dilupakan, sementara kursinya diduduki dan coba dipertahankan terus, walau era dan rezim telah berganti.

So, jangan heran, ada wakil rakyat sudah empat periode menjadi anggota DPR/ D, kita belum pernah melihat karya monumentalnya buat rakyat.

Yang sudah pasti, aset pribadi berupa harta kekayaan, tanah, mobil, terus bertambah bahkan tak jarang  istri pun ikutan nambah. Ehm…!

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 9 Agustus 2008, in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Jangan-jangan mereka ngejar kursi, supaya ada modal untuk nambah istri. Kacau dah negeri ini

  2. dirumah kursi banyak..cuma ko yessy lebih seneng duduk di karpet..bisa sambil selonjoran…ahhh..santayyy

  3. kl abang suka duduk sambil duduk ?

  4. yang enak tu duduk sambil berdiri…atau gini gini ..duduk sambil berenang..seru gak ?!?!? :P*

  5. duduk kok berdiri,
    apalagi duduk sambil berenang ?
    apaan tuh

  6. wah,,wah,, mengejar kursi,,kagak ikut2 ahh,,eheh

  7. ikut nimbrung donk….
    gue M. SAID. S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Gresik Lamongan dari PARTAI MATAHARI BANGSA ( PMB )
    yang pasti sebelum semua proses berlanjut…..kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT juga KEPENTINGAN PEMERINTAH yang benar2 bekerja menjalankan amanat RAKYAT, bukan kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ????
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin yang “pinter” tapi minteri

    @mikekono :setuju mas Said, rakyat butuh pemimpin yg peduli rakyat setiap saat, bukan cuma jelang pilkada dan pemilu saja. maturnuwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: