Take Your Jilbab Off!


Islam menganjurkan kepada umatnya agar menutupi auratnya. Bagi kaum perempuan, cuma muka dan telapak tangan yang boleh diperlihatkan. Selain itu harus ditutup. Salah satu caranya dengan mengenakan jilbab.

marissa

Marissa Haque, konsisten berjilbab

Soal keharusan memakai jilbab di negeri berpenduduk muslim terbesar sejagad ini, perkembangannya cukup menggembirakan. Bahkan sejumlah artis kita, yang dulu suka mengumbar aurat pun sudah mulai konsisten mengenakan jilbab.

Neno Warisman, Ratih Sang, Marissa Haque, Novia Kolopaking, Inneke Koesherawati, Annisa Trihapsari, Ida Leman, adalah beberapa contoh artis yang konsisten dan tampil charming dengan jilbab.

Sayangnya, terdapat pula sejumlah artis yang bolak-balik umroh, tapi tak kunjung ‘berani’ memakai jilbab dalam kesehariannya.

Menutup aurat memang wajib hukumnya. Tapi patut diingat, mengenakan jilbab tidak dengan sendirinya aurat, telah tertutupi. Ajaran Islam juga secara tegas menggarisbawahi, agar kaum muslimah tidak memperlihatkan lekak lekuk tubuhnya, yang bisa membuat mata kaum hidung belang jelalatan.

Itulah sebabnya, saya dan banyak umat Islam lainnya sangat prihatin dengan cara berbusana sekelompok kaum muslimah saat ini, yang belum bisa berjilbab secara baik dan totalitas (kaaffah).

Masih sangat banyak perempuan muslim tak segan-segan memakai t shirt & celana jins super ketat, padahal dirinya berjilbab. Sikap seperti ini bisa disebut sebagai pelecahan terhadap jilbab, yang notabene telah dianggap sebagai busana muslimah.

Bahkan cilakanya, masih terdapat pula segelintir perempuan berjilbab terlibat perselingkuhan. Dia tak merasa sungkan ‘ngamar’ dengan lelaki bukan muhrimnya, lengkap dengan jilbabnya. Nauzu billah min-dzalik.

Bagi mereka yang berjilbab sekadar untuk menutupi uban di kepalanya atau supaya kelihatan lebih anggun, alias berjilbab bukan karena keinginan menutup auratnya, saya imbau : take your jilbab off !

*Foto dari sini

Iklan

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 7 Agustus 2008, in agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 35 Komentar.

  1. Bismillahi Ta’ala
    Salam Alaikum

    Betul sekali. Akan tetapi saya menemukan sesuati yang riil dan bukan rahasia lagi, berjilbab tapi suka berghibah. Bagaimana kalau selain berjilbab jasmaninya, diikuti juga menjilbabkan hati. Wallahu alam, yuk mari HAIL

    @mikekono : berjilbab suka ghibah….bahhh, masya Allah

  2. menurut saya sih yang penting kepantasan,tidak harus berjilbab…

    @Mikekono : kl berjilbabnya benar, sdh pasti pantas

  3. Hans Miller Banureah

    Selama hati tak dijilbabi, jilbab fisik bisa hanya fantasi.

    @Mikekono : betul silih, hati harus dijilbabi

  4. jangan salah loh,..jilbab juga bukan identik dengan muslim..seperti bahasa arab juga bukan identik dengan islam..(jilbab adalah fashion..non muslim juga pake jilbab kok..dan bicara bahasa arab (lebanon,maroko ,egypt ) so what gitu loh bangsa ini mengkambingkan hitamkan jilbab , toh jilbab hanya hiasan menutupi raga yang terpenting khan imannya.

  5. ya begitulah manusia…
    kebanyakan hanya simbolisnya aja yang diunggulkan. ada yang berjilbab tapi celananya ketat. malah seperti telanjang menurutku…kalo udah kayak gitu bagaimana hatinya juga berjilbab?

  6. jilbab hanya sebuah sebutan. apa pun namanya, nggak soal. yang pnting. aurat mesti ditutup

  7. jika hati masih belum bisa dijilbabi sepenuhnya,
    jika perbuatan masih belum bisa dijilbabi seutuhnya,
    jilbab fisik akan membantu menjaga keduanya.
    Jangan ragu berjilbab hanya karena belum terpenuhinya yang 2 di atas.

  8. setuju Rahma…..100 for u.
    Rahma dengan jilbabnya kelihatan cute and charming

  9. waduh jgn disuruh lepas dunk bang, ntar makin menjadi2, minimal dgn berjilbab akan sedikit timbul rasa ‘malu’

  10. Kl berjilbab sprt Mbak Ida mmng tak prl dilepas lg
    adinda merupakan contoh muslimah yg berjilbab dengan baik dan benar alias mensosialisasikan ajaran Islam secara kaaffah

  11. ga salah dong kalo kita bilang take your jilbab off

    *kalo sama bini sendiri, malam jumat waktu gerimis*

  12. @ Toga
    yesssss….malam jumat
    (tak gerimis pun boleh lah)

    *asal jangan sm bini orang aja, ntar ketahuan loh, berabe*

  13. kalau berjilbabnya dan prilakunya seperti itu sih namanya masih sekadar fesyen. Belum menjaga aurat sesuai yang diperintahkan syara’.

    Yaah…tetap aja namanya gak menutup dan menjaga aurat

  14. @Gasgus
    exactly, setuju mas gus
    jilbab jangan sekadar fashion

  15. yessy si belum pake jilbab bang..
    cuma walaupun abang bilang jilbab sekarang banyak yang masih “gak sesuai”
    Menurut Yessy, mereka sudah berusaha untuk menjadi muslimah yang baik dari pada tidak berusaha sama sekali..contohnya yaa seperti Yessy ini..hiksss *sedih ya*

  16. @latree
    katakan yang benar walaupun pahit

    @yessy
    tak usah sedih bu, hiksss
    yang penting hatinya kan baik

  17. saya memang baikkkkkkk..heuheuheuhe

    terakhir sakit..bintitan ituuu…

    Teteppppppppppp

  18. insya allah hijab saya ini dalam lindungan Allah SWT 🙂

  19. @Ly
    Amiiin, I believe it
    Syukran katsir, Ly

  20. alangkah lebih baik lagi menebarkan cinta kepada sesama terutama faqir, miskin dan anak yatim.. ayat berhijab hanya ada 2 yang saya tahu sedang bersikap baik dan menyantuni sesama tak terhitung olehku…
    once, saya punya teman mencopot jilbabnya karena ingin membantu anak jalanan di jogja… dan itu lebih mulia menurut saya.
    semoga muslim dan muslimah indonesia semakin diperkaya olehNya sebagai rahmatan lil alamin
    amiin..

    @mikekono :setuju mas, umat Islam seharusnya mampu memperlihatkan sosoknya yang rahmatan lil alamin dan melaksanakan ajaran Islam secara totalitas (kaaffah)

  21. Betul Entar bisa masuk kategori berjilbab tapi “telanjang” karena pakaiannya ngapret semua

    @mikekono : setuju mas silo

  22. jilbab pada dasarnya adalah salah satu alat kontrol sosial yang mengkontrol perilaku individu yang memakainya untuk tetap menjaga citra baik dan menyenangkan mengenai syariat dan agama islam itu sendiri,,

    sayangnya sekarang malah jilbab udah banyak dimanipulasi dan dijadikan alat untuk merusak citra Islam yang mulia dan malah jadi bahan olok-olokan orang-orang yang ingin menjatuhkan kemuliaan agama Islam,,

    wallahu’alam,,

    @mikekono : best comment so far…
    Betul Tha, jilbab sekarang sering kehilangan ‘ruh’nya.
    Masih banyak orang memakai jilbab, sekadar untuk fashion dan bukan karena komitmennya menjalanbkan perintah agama. Jilbab jg blm bs menjadi hijab, membentengi diri dari perbuatan dilarang Allah

  23. wah,,gak segitunya tuh,,kan jilbab bisa stylist tapi tetep sesuai dengan kaidah isalam,,kan tetep bisa,,ya kan,,dennis kayak gt kok,,yg penting gaya tapi tau batesan,,heheheh,,alhamdulillah

  24. Assalamualaikum….
    alhamdulillah bagi akhwat2 yang sudah mengenakan jilbabnya,,,,,,
    banyak yang mengatakan bahwa yang penting itu qalbu dulu yang jilbabi sedangkan jilbab jasmaniah itu tidak di prioritaskan!namun waau bagaimanapun juga berjilbab adalah kewajiban, muslimah yang berjilbab tentu lebij baik dari yang belum. dengan berjilbab insya allah perilaku qt juga akan terjilbabi dengan sendirinya……….
    makanya ayo pakai jilbab,jilbab itu wajib saudari2!

    @mikekono : ayo…….berjilbablah saudari ! setuju imbauannya mbak Siti

  25. “….. tak segan-segan memakai t shirt & celana jins super ketat, padahal dirinya berjilbab….”

    Naaah mungkin ini dia Bang Agus yang namanya “kudung gaul”, mereka menggunakan dan memahami jilbab sebagai mode, boekan memakai jilbab sebagai perintah menutup aurat.
    atau mereka salah memaknai aurat, dikira aurat itu yang di atas aja yang di tengah bukan aurat…”yang atas tertutup, yang tengah celingak-celinguk kala melenggok”. astagfirullah….

    @mikekono :iya neh, ‘kudung gaul’ itulah yg bs memunculkan sosok yg sesat dan menyesatkan

  26. Mudah mudahan Allah menuntun jalanku untuk menggapai Ridho-Nya (amin)… 🙂

    @mikekono : amien ya rabbal alamin

  27. Saya setuju sekali dengan apa yang ditulis Laeku ini… sayapun ada menulis tentang Hal ini di Blog ku… tentang kelakuan para TKW di Hong Kong yang sangat keterlaluan … sementara mereka mengenakan pakaian yang seharusnya menunjukkan sikap yang bertentangan dengan apa yang mereka lakukan…. saya sangat keberatan dengan hal itu…

    @mikekono : pakaian yang melekat mestinya sesuai dengan perilakunya, jangan cuma fashion doang. mauliate laeku

  28. salah kaprah soal definisi jilbab.
    jilbab itu tdk sama dengan kerudung loh. saya lihat komentar2 yg masuk masih menyamakan arti antara jilbab dan kerudung.
    jilbab = jubah = baju berbentuk terusan yg menutut seluruh badan (tidak berbentuk potongan yg terpisah antara pakaian atasan, baju dan bawahan, rok)
    kerudung = bhs arabnya himar = kain penutup yg menutupi kepala, meliputi rambut hingga menutup dadanya, kecuali muka.

    keduanya sama2 wajib hukumnya (lihat surat an nur 31-33 dan surat al ahzab 59)

    jadi salah kalau dikatakan jilbab (dan kerudung ) adalah pakaian budaya.

    dengan definisi ini maka orang yg berkerudung saja tapi pakai celana panjang atau rok bukan jilbab namanya, apalagi kerudungnya dililit di leher yg tdk menutup dada. itu sih jilbab lontong namanya.

    syarat jilbab (jubah) berikutnya adalah :
    – tdk transparan
    – tdk ketat

    yg penting jilbab hati, jilbab luar nggak penting?
    ini sih pernyataan yg menyesatkan. keduanya adalah hal yg berbeda dan masing2 sama2 ada kewajiban untuk terikat dgn hukum syara.
    1. berpakaian dgn jilbab adalah kewajiban yg satu
    2. berakhlaq yg baik juga sebuah kewajiban lain yg hrs dijalankan.

    @mikekono : jilbab atau kerudung, dan apapun namanya,
    yang penting aurat wanita mesti ditutup !
    itu saja….simpel, dan tak prl dibuat ribet

  29. Ass.

    Tapi Take Your Jilbab Off! bukan d best title for this..i think..
    Gimanapun juga, langkah awal seorang wanita berjilbab harus ditanggapi penuh positif, tapi klo selanjutnya ga sesuai sm hakekat berjilbab itu sendiri, kita sepatutnya mengingatkan, perlahan mendekatkan, sehingga mereka bisa tersadar dan keep istiqamah.

    Wass.

    @mikekono : setuju atas kritikannya.
    benar, berjilbab patut diapresiasi dan
    merupakan langkah awal positif menuju jalan kebenaran.
    syukran katsir

  30. Ini komen yang telat banget, Bang. Tahunya kalau Abang nulis topik ini juga dari komen Mbak Indah di atas, yang muncul di deretan komentator terakhir. Gak papalah ya Bang, kan ada pepatah “better late than never” (padahal lebih bagus “better not late than late” hehehe … )

    Saya mulai mengenakan jilbab tahun 89, ketika jilbab masih dianggap ‘barang aneh’ di Indonesia. Waah … macem-macem komentar orang. Keluarga saya sendiri meragukan saya akan sanggup memakai jilbab seterusnya. Orang lain apalagi, ada yang bilang ‘sok alim’, ‘kampungan’, dan lain-lain … Tapi saya mah cuek saja. Saya hanya mencoba-coba model jilbab dan gaun yang agak modis, biar nggak membuat orang yang berjalan bersama saya merasa malu …

    Bagi banyak perempuan, keputusan mengenakan jilbab itu bukan keputusan yang mudah (apalagi 20 tahun yang lalu!). Kalau sekarang, jilbab sudah sangat umum, modelnya pun cantik-cantik, jadi lebih mudah bagi seorang muslimah untuk mulai memakainya.

    Memang memprihatinkan Bang, melihat muslimah berjilbab tapi masih mengenakan jeans dan kaos ketat. Lebih menyedihkan lagi kalau perilakunya tidak memenuhi syariat. Jika seperti itu, saya setuju dengan Abang, tanggalkan saja jilbabnya. Kebaikan (nilai plus) memakai jilbab itu tidak menutup keburukan (nilai minus) berpakaian seksi dan berperilaku a-syariat, bahkan ‘menodai’ tujuan berjilbab sendiri. Daripada repot-repot berjilbab, lebih baik longgarkan dan rapatkan baju dulu, perbaiki perilaku dulu, belajar bersikap konsisten dulu.

    Gitu, Bang.

    @mikekono : postingan jadul saya itu, diilhami oleh true story
    lingkaran pergaulan sy sendiri. Di depan mata saya, bnyk perempuan berjilbab terlibat perilaku menyimpang. Itu yang membuat sy gusar, makanya saya berceloteh ; take your jilbab off !
    btw, kl Mbak Tuti memang kelihatan lebih berwibawa setelah berjilbab. Lagi pula Mbak Tuti memang jilbaber yang layak diteladani, karena sll mampu menjaga kehormatan dan kualitas ibadahnya dengan baik.
    Thanks atas apresiasinya sista 🙂

  31. Assalaamu’alaikum…

    Benar kata rahma, dg berhijab secara syar’i maka kita akan bisa menjaga hati dan perbuatan kita. Berjilbab (syar’i) merupakan bentuk dari ketaatannya kepada Allah Ta’ala, tapi klu ghibah, merhubungan dg keimanan.

    Bagi mrk yg berkerudung, tapi masih aja ga bener, itu karena keimanan mereka yg lagi turun.

    Untuk masalah jilbab muslimah silahkan download disini:

    http://ummuabdirrahman.wordpress.com/2008/12/12/jilbab-wanita-muslimah-gratis/

    Salam kenal semuanya, semoga kita istiqomah menjaga aurat kita dan keluarga kita, amin…

    @mikekono : setuju saudaraku, dengan berjilbab
    merupakan langkah awal menjalankan syariat
    agama dengan benar…..syukran katsir

  32. jangan mencelakakan diri kita kedalam sebuah keekstreman. saya muslim, saya tinggal di minoritas muslim, Manado, dan saya pengasuh sebuah pesantren. Realita jilbab “gaul” (yang dalam pandangan Islam sama dengan bertelanjang), adalah sebuah proses. Ketika seorang muslimah memutuskan berjilbab (terutama di daerah seperti Manado), iru adalah sebuah keputusan mental yang sangat berat. Perkara masih cuma sanggup berjilbab “gaul”, itu adalah PR kita untuk memperbaikinya. “Mudahkan, jangan dipersulit. Cerahkan, jangan dihardik”.

  33. sejak kpn berkerudung = berjilbab?…emang sama y?!!!

  34. Kalimat ini: “Masih sangat banyak perempuan muslim tak segan-segan memakai t shirt & celana jins super ketat, padahal dirinya berjilbab. Sikap seperti ini bisa disebut sebagai pelecahan terhadap jilbab, yang notabene telah dianggap sebagai busana muslimah.”

    Mungkin akibat kurang faham saja barangkali. Kondisi ini sebaiknya dpt dianggap landasan awal untuk meneruskan ke kedalaman ber-Islam. Bagaimana pun juga sisi lain dari “jilbab” saat ini adalah bagian penting dari pergeseran mode dan tertompang di dalamnya motif perindustrian dan perdagangan.

    Semoga saja akan lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: