Arsip Blog

‘Bencana’ Award


Tahukah Anda siapa Divya Bharti ? Hampir bisa dipastikan hanya segelintir, atau bahkan tak ada yang pernah mendengar nama itu. Kalau disebut nama Kajol, Kareena Kapoor, Rani Mukherjee, Aishwarya Rai, atau Priyanka Chopra, mungkin masih banyak yang tahu.

Divya Bharti adalah artis Bollywood seangkatan dengan Kajol, Raveena Tandon, Karishma Kapoor, Juhi Chawla, Manisha Koirala dan Urmila Matondhkar. Dia memulai debutnya di jagad perfilman India pada usia teramat muda, 16 tahun.  

Setelah sukses di industri film daerah (Telugu) tahun 1990-1991. Pada 1992, Divya menjejakkan kakinya di Mumbai, Bollywood dan meraih sukses besar lewat film debutnya Vishwatma (bersama Sunny Deol) dan Shola Aur Shabnam (bersama Govinda).

Sejak sukses dalam debutnya itu, sepanjang tahun 1992-1993, sedikitnya terdapat sekitar 15 film yang dibintangi artis kelahiran tahun 1974 ini dan hampir semuanya meraih sukses. Salah satu di antara filmnya yang super hits adalah Deewana, bertrio dengan aktor beken Rishi Kapoor dan Shahrukh Khan.  

Berkat kesuksesan yang sangat mencengangkan itu, Divya diganjar sejumlah award serta dipuji semua kritikus film dan sineas di negeri sungai Gangga itu. “She’s the most promising newcomer, innocence and a perfect figure,” kata Pehlaj Nehalani, produser terkenal. “Now, she’s a star,” puji sutradara Lawrence D’Souza.

Setelah rupa rupa award didapat dan pujian setinggi langit nyaris setiap hari menghiasi media, Divya Bharti ternyata tak kuat menahan beban mental pencitraan dirinya sebagai perfect figure serta seorang megastar yang harus selalu tampil ramah dan charming.

Akhirnya bak petir di siang bolong, terbetik kabar mengejutkan dan menggegerkan seantero India. Pada 5 April 1993, Divya ditemukan tak lagi bernyawa di apartemennya di Mumbai. Dia mati muda, dalam usia sangat belia, 19 tahun. Konon, artis yang tengah melesat bak meteor ini meninggal karena bunuh diri. Sungguh tragis.

So, sebuah kesuksesan atau award yang sering didapat bisa jadi akan menjadi bencana, bila tidak disikapi dengan arif wicaksono. Award akan berujung bencana kalau tak dimaknai sebagai sebuah tantangan dan sugesti untuk meraih prestasi lebih baik, dan lebih baik lagi.

Beberapa hari lalu saya beruntung mendapat award Briliante Weblog dari rekan blogger, Wi3nd (yang baru kenal sebatas penerawangan).Tapi hal itu tak penting sangat. Cuma setahu saya, beliau adalah seorang gadis baik budi, cerdas, lucu, selalu ceria, dan senantiasa berupaya dekat padaNYA.

Saya akan berupaya sekuat tenaga agar award yang diberikan Wi3nd tidak akan menjadi ‘bencana’  bagi saya, seperti menimpa Divya Bharti, melainkan akan semakin menambah zemangad dalam berkreasi, sesuai dengan pesan gadis penyuka harum hutan itu.

Sebelumnya seorang teman lainnya Easy, yang produktivitasnya mustahal ditandingi dan untuk itu dia diganjar ‘pahala’ selalu masuk kategori blog pilihan Blogdetik.com, dalam postingannya juga pernah memberi apresiasi dengan menyebut saya sebagai salah satu rujukan dalam soal politik serta menyertakan tagline blog Mikekono sebagai 13 tagline menarik.

Teman blogger lain, Yessy Muchtar juga pernah menyatakan, blog saya termasuk ke dalam 10 blog yang mencerahkan hari-harinya. “Ulasan politik Mikekono menarik dibaca, tanpa perlu mengernyitkan kening,” kata ibunda Tangguh ini.

Saya juga merasa tersanjung dengan apresiasi yang diberikan Mbak Yulis (perempuan ramah, santun, baik budi, asal Magetan yang berdomisili di Colorado bersama suami tercinta Marvin). Mbak Yulis menampilkan link headline tulisan terbaru saya di blognya bersama 12 blogger lainnya. “Thanks so much, my sister”. 

Semoga tradisi pemberian award dan apresiasi yang diberikan sesama blogger itu akan memberi manfaat positif dan bisa semakin mempererat tali persahabatan di antara kita semua. Amien.   

Thanks mbak Yulis, Yessy Muchtar, Wi3nd, matur nuwun sanget Lies ‘Easy’ Surya, thanks….., thanks, thanks for all. Syukran katsir, syukriya, namaste, gracias, horas, mejuah-juah, njuah-juah. (jadi kebayang saat Robert de Niro mengucap sepatah dua kata ketika menerima piala Oscar……heheheeee).

NB. Agar tak menimbulkan kesan kurang obyektif dalam memilih dan setelah menerima wangsit dari ‘guru’ spiritual saya mbak Tutinonka, ‘atasan’ saya Bunda Dyah Suminar serta my sist Yulis, maka award di atas tak jadi saya teruskan ke blogger lain (padahal 7 nama yang berhak mendapat award itu sudah ada dalam kantong celana saya).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.