Ketika Rakyat Salah Memilih


Ketua DPR Marzuki Alie mengimbau seluruh anggota DPR untuk bekerja lebih baik pada tahun 2012. Jangan sampai rakyat menyesal memilih wakilnya di DPR !
“Kita masih punya waktu 2,5 tahun lagi sampai pemilu 2014. Kalau tahun-tahun lalu kita kedodoran, mungkin karena perlu adaptasi. Tahun 2013 partai-partai akan sudah mempersiapkan diri untuk pemilu, maka tinggal tahun 2012 yang tersisa untuk berkarya yang terbaik,” kata Marzuki, Selasa (3/1).
Marzuki seakan pura-pura tidak tahu, padahal sebenarnya sudah sejak lama rakyat merasa salah dan menyesal sejumlah anggota DPR/ D yang tidak optimal memperjuangkan aspirasi rakyat tersebut.
Sejatinya, tidak hanya dalam hal memilih anggota DPR/ D saja, sebahagian rakyat merasa menyesal karena ternyata telah salah pilih, melainkan juga saat memilih para pemimpin mereka di daerah (gubernur, bupati dan wali kota). Bahkan, kini merasa menyesal karena dulu telah memilih SBY-Boediono.
Terbukti, tidak cuma wakil rakyat di DPR/ D saja, yang terlalu disibukkan dengan manuver-manuver politik untuk kepentingan partai dan dirinya sendiri, para kepala daerah dan pemimpin tertinggi di negeri ini, juga belum cukup memuaskan kinerjanya dalam hal peningkatan kesejahteraan rakyat.
Rakyat sejahtera yang terbebas dari kemiskinan dan pengangguran, hanya tertuang dalam visi-misi yang dengan berapi-api disampaikan para calon kepala daerah, presiden, dan wakil rakyat, saat menggelar kampanye.
Ketika kursi empuk kekuasaan sudah berada di genggaman, mereka pun dengan begitu mudahnya melupakan janji-janji dan visi-misi tersebut. Yang ada di benak mereka, justru bagaimana melakukan berbagai manuver, yang mengarah pada politik pencitraan yang tidak terlalu dirasakan rakyat manfaatnya.Lalu, ketika rakyat telah terbukti salah dalam memilih, selanjutnya apa yang mesti dilakukan ? Dalam konteks ini, diimbau kepada segenap rakyat Indonesia, agar pada event pemilihan kepala daerah dan Pemilu legislatif dan Pilpres mendatang, tidak lagi salah pilih.
Selain itu, perlu segera diinventarisasi anggota DPR/ D mana saja, yang selama ini kinerjanya tidak optimal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Begitu juga kepala daerah yang cuma piawai pidato dan nihil prestasi, harus segera ‘diberi pelajaran’. Mereka (anggota dewan dan kepala daerah) yang melempem itu, tidak boleh dibiarkan terpilih kembali.
Nah, untuk Presiden RI mendatang, rakyat pun seharusnya sudah bisa mendeteksi sejak dini, siapa saja figur yang layak dan akan benar-benar berbuat untuk rakyat, jika diberi mandat menjadi kepala negara. Kesalahan dalam menjatuhkan pilihan tidak selayaknya terjadi berulang kali. Semoga….

About these ads

About mikekono

politisi dan pemerhati sosial, yang selalu berpikir terbuka dan toleran pada perbedaan pendapat

Posted on 3 Januari 2012, in Budaya, Kehidupan, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. enaknyaaa yaa…gaji besar ke kantor cuma buat numpang tidur dan berleha2….bukannya mikirin rakyat yang masih susa cari makan….ckckckckc…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: