Akhir-akhir ini disinyalir terdapat gerakan ABS (Asal Bukan SBY). Bahkan SBY sampai merasa perlu menyinggung soal itu, sembari mengingatkan TNI/ Polri agar bersikap netral pada Pemilu/Pilpres 2009 dan tidak terlibat menjadi TS salah satu capres.
Sinyalemen gerakan ABS ini agaknya bukan sekadar isapan jempol. Indikasi ke arah itu bisa dilihat dari semakin intensnya pertemuan yang digalang beberapa capres lain, yang terkesan ingin meninggalkan SBY dan Partai Demokrat sendirian.
Keinginan membiarkan Partai Demokrat jalan sendiri, bukan tanpa alasan. Partai Golkar yang selama ini sebagai pendukung setia SBY, mulai menjauh sebagai konsekuensi kekecewaan mereka terhadap iklan SBY dan Partai Demokrat, yang terkesan mengklaim sendiri berbagai kesuksesan Pemerintah.
Jika Partai Golkar benar-benar pecah kongsi dengan Partai Demokrat, hampir dapat dipastikan gerakan ABS akan menuai sukses. Sebab dukungan 20 persen sebagai persyaratan mengusung capres, bakal sangat sulit dicapai Partai Demokrat.
Tetapi di pihak lain, juga mencuat wacana ABM (Asal Bukan Mega). Kelompok yang mengembangkan wacana ini, adalah mereka yang menghendaki munculnya capres alternatif ; sosok presiden baru, yang bisa membawa perubahan fundamental bagi bangsa Indonesia.
Di mata banyak kalangan, gerakan ABS tidaklah mesti bertujuan untuk menggolkan Mega sebagai presiden. Sebab seperti dikemukakan Amien Rais, antara SBY dan Mega sebenarnya podo wae, sama-sama tidak akan membawa angin segar bagi rakyat Indonesia.
Karenanya pertarungan wacana ABS versus ABM, diharapkan tidak akan menghasilkan kemenangan kepada salah satu di antara keduanya, melainkan memberi keuntungan kepada kelompok tengah yang menghendaki Presiden, asal bukan SBY dan tidak pula Mega.
Mengapa demikian ? Pertimbangannya, jika SBY atau Mega yang kembali memimpin negeri ini, dikhawatirkan akan muncul ‘dendam politik’ yang tak berkesudahan di antara dua kelompok ini, yang berimplikasi negatif bagi kondusifitas bangsa.
Indikasinya bisa dilihat dari semakin menajamnya saling tuding di antara kedua kubu ini. Kalau Mega mengibaratkan Pemerintah SBY bak permainan yoyo, Partai Demokrat gantian menilai Pemerintahan Mega dulu ibarat gasing. O..alah….ada-ada saja.
Karena pendukung SBY dan Mega, sibuk berantem melulu. Sudah selayaknya dimunculkan capres alternatif yang lebih kuat dan bebas konflik. Untuk itu, elite politik di PKS, PAN, PKB, PPP, Gerindra, Hanura, PBR, PBB, dan lainnya diharapkan dapat bersatu-padu mencari figur Presiden Baru tersebut, sebagai jawaban dan solusi menyikapi munculnya wacana ABS versus ABM itu.
karikatur dari sini
Wah gak paham politik. Ikut baca aja dech.
@mikekono : banyak membaca, banyak tahu, thanks
Bang Mike…
Bisa aja milh picnya…
ngga’ takut dibredel nih Blog..,gara-gara SBY main yoyo..Wakakak..
salam ya Bang…, maaf baru main lagi kesini…
@mikekono : wahhh….masya zaman udah maju,
masih juga ada bredel ?
Yihaaaa…. seru…seru… ayo…ayo…. serang balik… timpuk…. sikut… Ups!
Popop
(menonton politik di pinggir lapangan, sambil berharap tidak ada batu yg melayang di atas kepala.. he..he…he… kayak nonton liga Indonesia saja ya… )
@mikekono : iya nih….semoga para elite
politik itu semakin dewasa dan matang
dalam berdemokrasi !
yang dahsyatnya, gerakan asal bukan mega dan asal bukan susilo itu justru datangnya dari markasnya tentara, ini luar biasa, karena netralitas TNI/POlri sudah diganggu-gugat. SBY secara sadar dan sistematis telah membawa gerbong militer kembali lagi ke ranah politik. terus terang saja, SBY pantas untuk takut kali ini, karena pertarungan di Pilpres 2009 ternyata tidak semudah di 2004 lalu. Para jenderal-jenderal, perwira menengah, sudah merasa gerah dengan kepemimpinan model SBY yang terus membungkuk-bungkuk sama asing. anehnya kan, justru para jenderal yang disorot bukannya ke MEgawati tapi jenderal lain yang di luar arus Mega-SBY.
Titik fokusnya adalah kalaulah seorang jenderal SBY kebingungan melihat militer, konon pula, Megawati? Jadi, dua-duanya sedang pusing tujuh keliling. Ketahuanlah sekarang, kalau jenderal SBY itu sejatinya tak punya pasukan tempur.
NB:
)
ngeri kita nengok abanganda tercinta sudah bermain di lapangan…. aku jadi makmum ajalah …. hihihihihi (bang, jangan disensor ya, biar depkominfo aja yg nyensor blog abang, hahahahaha
@mikekono : betul adinda, permainan politik
jelang pilpres sudah semakin panas……
semoga saja para elite politik kita
memiliki kesadaran soal pentingnya
memunculkan figur alternatif yang
lebih baik memimpin Indonesia ke depan.
jenuh juga kita melihat kok yang
disebut sebagai calon kuat SBY dan Mega saja
btw, ahhhh…….masya sih
masih ada sensor-menyensor,
kl cuma menyampaikan pendapat
saja pun tak boleh lagi……kacaulah kita
so, Depkominfo tak mngkn akan main sensor
thanks adinda
hmm.. dunia politik bagi sya sangat mengerikan.. tak ayal banyak yang haus akan harta…
Nice post…
Salam kenal…
@mikekono : dunia politik, ngeri-ngeri sedap
semua tergantung niat masing-masing
kl tujuannya mengejar harta akan dpt harta
kl tujuannya mengabdi pd rakyat,
juga akan menuai kebaikan…thanks bro
Tahun 2009 ini kayaknya Indonesia masih belum bisa keluar dari pilihan yang itu2 saja. Banyak pengamat politik bilang, tahun ini pertarungan antara SBY dan Mega. Aneh ya, di negeri yang penduduknya lebih dari 240 juta ini ternyata hanya mengandalkan pada 2 orang ini saja.
Dilain pihak, banyak capres alternatif yang bisanya hanya OmDo. Tidak punya basis massa yang jelas. Bisanya menghambur2kan duit bikin iklan yang bagus, diputer terus-terusan di TV pada jam2 primetime. Dibuat iklannya seolah-olah dekat dengan rakyat. Hasilnya, popularitas tokoh meningkat sehingga menaikkan posisi tawar.
Wah kalo begini, gampang bener ya nyalon presiden. Cukup modal popularitas, asalkan bisa bikin iklan yang kreatif. Kalau begini terus, kapan bangsa kita akan maju ya?
@mikekono : itulah masalahnya…..,
begitu banyak tokoh potensial
di negeri ini, masya’ yang diunggulkan
menjadi presiden cuma yang dua itu
sungguh ter….la…….lu
Bang, sejujurnya saya merindukan adanya lembaga independen yang bisa memberikan track record para capres, baik prestasinya maupun ‘dosa-dosanya’ di masa lalu. Soalnya, banyak rakyat yang tidak tahu ’siapa sesungguhnya’ mereka.
Saya pengin ada daftar, misalnya Prabowo itu dulu begini-begitu, begitu juga Sutiyoso, Wiranto, dll (kalau capres-capres yang cuma modal nekad ya nggak usahlah … )
Tapi, lembaga survey pun sekarang bisa ‘dibeli’, hasil survey mereka tidak selalu benar karena hanya memenuhi pesanan pihak yang membiayai survey.
Bingung Bang, mau milih siapa ya nanti?
@mikekono : usulan yang brilian,
memang sangat perlu sekali keberadaan
lembaga independen penilai sepak terjang
para capres itu…..
tapi sayangnya, sprt disebut Mbak Tuti
kalau lembaga survei saja bs ‘dibeli’,
tak ada jaminannya lembaga independen
itu akan benar-benar independen…..
hmmmmm……payahhhhhh
btw, kl capresnya Mbak Tuti,
saya pasti tak bingung milih…..
hehehehe
Harusnya kemaren Rizal Malaranggeng nggak mundur ya…..mudah mudahan yang baru nanti tidak memainkan gobak sodor atau petak umpet, atau kucing-kucingan. salam bang mike……
@mikekono : mungkin Rizal Mallarangeng sudah
menghitung, peluangnya untuk didukung menjadi
capres sangat minim. Apalagi seperti disinyalir
Amien Rais, parpol menengah ada kemungkinan
menjadi ‘parpol rental’
Harusnya kemaren Rizal Malaranggeng nggak mundur ya…..mudah mudahan yang baru saat terpilih nanti tidak memainkan gobak sodor atau petak umpet, atau kucing-kucingan. salam bang mik……
Ada ABS dan ABM … koq ABP dan ABW belum muncul. Kemana mereka ?
Hmmm… semua mo jadi capres… tidak ada yg mau jadi cawapres, padahal baru pemilu untuk legislatif.
Sy yakin setelah tidak kepilih jadi legislatif, pasti berebut jadi cawapres. Dan tidak perduli siapa capresnya.
salam
@mikekono : iya aneh juga, semua maunya
jadi capres. Tapi biasalah itu dlm dunia politik,
deklarasi capres tak lebih sbg upaya menaikkan
bargaining position. Ujung-ujungnya cawapres
pun pasti akan diterima
Waduuuh…makin hari makin panas ya…satu iklan gini,, yang lain iklan gini..satu lagi klaim begitu,yang lain juga klaim begitu…..Indonesia cuma satu….nggak usah gontok gontokan ya…Biar saja rakyat yang memilih dengan kecerdasan dan hatinurani,kira2 siapa yang bisa dan mampu serta amanah jadi wakilnya maupun jadi presidennya..
Btw…baca di media miris juga…kok saling menjelekkan ya…malah rakyate bingung….
@mikekono : iya Bunda, mestinya para tokoh itu
tak perlu saling mengklaim lebih baik.
Biarkanlah rakyat sendiri yang akan
menilai, siapa yang lebih layak menjadi
presiden. Thanks Bunda
Yupp beginilah situasi politik tanah air menjelang pilpres taun ini.
Tapi memang sih Bang, kalo liat iklan partai demokrat, wow.. semua yg dicapai pemerintahan sekarang dituliskan detil. Ga ketinggalan kalimat sakti ‘diturunkan! diturunkan! diturunkan!’ (3 kali), bener juga kalo dibilang seolah ‘melupakan’ partai golkar dalam hal ini wapres JK, sebagai tandem pres SBY di pemerintahan. Skr ditambah bu Mega dari PDIP, jadi deh perang iklan antar parpol. hmmh…
@mikekono : pas buangeet Yu2n,
mestinya keberhasilan Pemerintah
adalah keberhasilan bersama……,
keberhasilan SBY, JK dan seluruh
anggota kabinet
thanks adinda
weleh weleh dunia politik makin mak nyus
. . . semoga saja nggak selalu UUD
@mikekono : ya…., begitu……thanks bro
pesta demokrasi = pesta rakyat ko sekarang jadi pesta individu gejala apa ini,apa bangsa indonesia sudah begitu lelap dan terbuai oleh kenikmatan kesengsaraan dan permainan eksotisme para birokrat yng katanya sehhhhhhh TERPELAJAR itu…………………………..?
@mikekono : betul bro, pesta demokrasi
sekarang seolah menjadi ajang pesta
pribadi-pribadi dan kelompok, dan mengabaikan rakyat
salam hangat dari bumi cilacap mas ok
@mikekono : salam hangat juga, thanks bro
Mudah2an ada secercah harapan yg bisa menerangi panggung politik di negeri ini
@Mikekono : ya, mudah-mudahan seperti itu
akhirnya terpulang pada sikap dan keputusan rakyat
thanks adinda, semoga sukses selalu
Buat saya sih bang, siapapun presidennya yang penting bisa berlaku adil, jujur dan tidak memperjuangkan kepentingan golongan. Setiap yang terpilih pasti butuh waktu buat memperbaiki negara ini, so…give them time
@mikekono : pas banget, siapapun
rakyat tak peduli, asal bisa berlaku adil
Kawaii Ayu dukung SBY aja dah, abis bingung sih…..
Mikekono Sensei kakakku yang baik hati, semangat ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!
@mikekono : tak usah bingung2 kawaai Ayu,
pilih aja Mikekono …….hehehe
arigatou ganbatte ne
Kalau aku pendukung ABM (Asal Bapak Mikekono) dan memperjuangkan ABS (Asal Bukan Sontoloyo)
@mikekono : tak kirain tadi ABM (Asal Bukan Mikekono)
huahahaha………thanks bro
Bapak ikut gerakan itu juga ya ????
Lihat saja sampai sejauh mana mereka mau kayak gitu
@mikekono : wahhh….kl saya ikut gerakan
Asal Blogger Senang (ABS)…….
Kita inginkan wajah baru aja, Klo yg lama juga naik bakalan negeri ajang berbalas pantun nanti.
@mikekono : betul, wajah baru akan memberi
suasana baru yang lebih kondusif dan menjanjikan
horassss Lae
harusnya rakyat sudah bisa memilah dari sekarang
siapa yang akan dipilih untuk memimpin 5 tahun mendatang
kalau bisa sih wajah baru yang kapabel dan muda, biar segerrr dan membawa perubahan yang lebih baik
@mikekono : ya seharusnya memang demikian
asal jangan ABR [asal bukan RINDU] … duh, jangan ya kang.
@mikekono : ABR bagus juga itu,
Asal Bersama Rindu (ABR)……..huhuiiiiiiii
makanya Bang Mike segera tampil dong untuk ikutan pemilihan capres
saya siap jadi jurkam bang hehehe…
@mikekono : soal capres, saya tahu dirilah,
it’s impossible. kl Easy mau, mending jadi
jurkam Bang Mike sbg capres blogger aja….hehehe
Terasa sekali sifat kekanak-kanakan para politisi ini..
dilihat dari cara mereka mengasumsikan pemerintahan dengan Yoyo dan gasing yang merupakan permainan anak-anak. Apa kabar Bang? semogasenantiasa baik-baik ya? Thanks and take care Bro
@mikekono : iya tuh……tak sepatutnya lontaran
pendapat disampaikan dengan idiom-idiom
yang kurang mendidik……..
kabarnya baik-baik aja sista
Thanks
Kenapa Rakyat harus berpihak kepada partai ? kenapa bukan Partai yang berpihak kepada rakyat ?
Kenapa tidak pernah rembuk dengan kami untuk mengambil kebijakan negeri ini ?
@mikekono : itulah yang sangat disayangkan,
mestinya partai harus selalu memihak pada rakyat…
aspirasi rakyat hrs sll diperhatikan,
elite politik jgn hanya mengedepankan
agenda sendiri tanpa menimbang
perasaan rakyat……thanks bro
Kalau Bank Mike nyalon, aku contreng deh, contreng trennnggggg………..
@mikekono : nyalon apaan tuh………!
bagus jadi blogger ajalah……
Wakakak hari gini emang ngomongin politik paling hot dech bang. Tambah rame, kita yang rakyat biasa tambah bingung. Sebenarnya semua calon pemimpin itu (mulai di daerah sampai pusat, bahkan presiden sekalipun), syarat utamanya nggak susah, “Indonesia hanya butuh pemimpin dengan moral yang “BAIK”, kalau sudah memenuhi kriteria ini Insya Allah Indonesia bisa bangkit dan menyelesaikan masalah yang ada, gimana bang Mike
Best regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
@mikekono : betul Mbak Linda,
Indonesia butuh pemimpin yng bermoral baik
dan selalu ingat padaNYA dan berbuat
yang terbaik kepada rakyat …..
thanks sista
Saya tersenyum …
“Persaingan” sudah mulai terasa …
“Tebar pesona” sudah mulai dikibarkan …
Mudah-mudahan saja semua bisa berlangsung dengan cantik dan elegan ya Bro …
Salam saya Bro …
@mikekono : betul abanganda
persaingan semakin memanas
segala jurus sudah mulai dikeluarkan,
tinggal jurus pamungkas saja yg masih disimpan
thanks bro
weh tambah bingung nih pilih sopo? ntar tak nonton iklan dulu sama kekuatan insting aja..abis capres nyang bagituan gak pake jenjang karir sih…kalo karir khan keliatan sukses apa nggaknya mimpin suatu daerah kayak sutiyoso khan keliatan gagal waktu jakarta..jadi ya males milih buat capress..kalo yang lain dari abri ama partai..rakyat jadi terbatas referensinya.
jelan9 pemilu makin banyak ajah intrikna..
peran9 wacanalah,peran9 iklanlah,masin9 masin9 diri men9klaim terbaik biar dipilih la9i…
hmm..semo9a sajah sekaran9 masY.indo semakin pintar untuk memilih siapa y9 layak jadi pres….
Capres alternatifnya bernama Agus Salim Ujung… Itu yang OK… Tabik…
Aku usul boleh donk…..
Gimana kalo yang jadi presiden itu adalah gubernur yg paling sukses membangun daerahnya…..
Gubernur adalah Bupati yang paling ok jg membangun …..
Bupati adalah Camat yang paling berprestasi…
Camat adalah lurah yang paling peduli atas rakyatnya….
Lurah adalah RW yang paling bisa diandalkan dan tanggap
RT adalah warga yang paling peduli terhadap lingkungannya…
Pasti dengan jenjang yang begitu semua berlomba menjadi yang terbaik ya untuk membangun negeri ini…
Nah…..kalau calon sudah tersaring dengan baik maka kita akan mendapatkan calon yang terbaik dari yang baik, bukan seperti yang sekarang terjadi yang terbaik dari yang terburuk…
Siapa yang menilai??? Lembaga independen yang dibentuk
dari elemen masyarakat yang menjadi tokoh karena karya dan pemikiran mereka….pasti donk ada disekitar kita…
Pada akhirnya bukan ABS dan ABM tetapi ABA …Asal Bikin Asyik….. Imo usulku…